Solusi Error 413 Request Entity Too Large

Pesan kesalahan 413 Request Entity Too Large umumnya tampil ketika kita upload file melalui browser, atau import database mysql atau maridb menggunakan phpmyadmin. Secara ringkas  kesalahan sistem ini terjadi ketika kita mengupload file yang berukuran terlalu besar ke server.

Secara teknis pesan ini tampil karena request yang masuk ke server sudah memenuhi kriteria upload_max_filesize dari php, tetapi melebihi client_max_body_size yang diizinkan oleh nginx.

Solusinya ikuti langkah-lahngkah dibawah ini:

  1. Cari “client_max_body_size” di /etc/nginx/nginx.conf atau /usr/local/nginx/conf/nginx.conf, lalu isi dengan misalnya 1000M, sesuaikan dengan maksimal file yg bisa diupload ke server melalui browser, misalnya untuk upload file atau import database mysql/mariadb melalui phpmyadmin
    client_max_body_size 1000M;
    langkah ini sebenarnya sudah cukup, tinggal reload nginx, namun akan lebih baik jika kita menyamakan nilai upload_max_filesize di php.
  2. konfirgurasi php, buka file /etc/php.ini sesuaikan nilainya sesuai kebutuhan dan kekuatan server
    file_uploads = On
    upload_max_filesize = 1000M
    max_file_uploads = 20
    max_execution_time = 3000
    max_input_time = 6000
    memory_limit = 2048M
  3. Terakhir restart atau reload nginx dan php-fpm

Redirecting from HTTP to HTTPS with PHP in Nginx, Apache & IIS

I use the php function to redirect a website. It’s easy, I just need to call the function on the page in the right place where I request a redirect from http to https.


<?php

 

function r_redirecttohttps()

{
if (!(isset($_SERVER['HTTPS']) && ($_SERVER['HTTPS'] == 'on' ||
$_SERVER['HTTPS'] == 1) ||
isset($_SERVER['HTTP_X_FORWARDED_PROTO']) &&
$_SERVER['HTTP_X_FORWARDED_PROTO'] == 'https'))


{
$redirect = 'https://' . $_SERVER['HTTP_HOST'] . $_SERVER['REQUEST_URI'];
header('HTTP/1.1 301 Moved Permanently');
header('Location: ' . $redirect);
return(0);
}

}

?>

I try something like this, should work for php on Nginx, Apache and IIS

Menghapus Semua Repositories yang Terinstall di Centos

Salah satu kemudahan sistem operasi linux adalah ketersedian banyak software yang kita perlukan dan umumnya disediakan dalam bentuk repository. Repository merupakan sekumpulan paket-paket software untuk suatu sistem operasi linux yang bisa di instal secara mudah dan “otomatis”.

Setiap proses instalasi software, linux akan mencari software yang dimaksud dalam repository yang sudah didaftarkan (Nama repository misalnya base chromium-el6, epel, extras, livna, nux-dextop, rpmforge). Jika software tersebut sudah ditemukan, proses installasi atau update ke versi terbaru akan dilanjutkan hingga program terinstall sempurna. Namun sayangnya jika repository yang kita aktifkan terlalu banyak akan menyebabkan proses pencarian software terasa lama apalagi ada beberapa repository yang koneksinya lemot.

Setidaknya bagi saya banyaknya repository yang aktif menyebabkan masalah, untuk menghapus bisa buka /etc/yum.repos.d lalu hapus repo yang tidak diperlukan.

1 2 3 17